Usai Jadi Malaikat Maut, Sekarang Jadi Penjahat Penuh Ketakutan

Katanya penjahat, kok menyerahkan diri! Itulah aksi remaja yang telah memberi dirinya label sebagai penjahat jalanan, penyamun, atau istilah ngetrennya, begal. Dalam sepekan ini, dua remaja dengan nama alias, Appung (19) dan Candra (22), bagian dari geng remaja yang mengakui kerap menyamuni pengguna jalan raya, menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Mungkinkah mereka bertobat karena menyerahkan diri di bulan ramadan ataukah mereka ini benar-benar merasakan ketakutan, tidur tak nyenyak, dan makan tak enak hingga bersembunyi di kolong tempat tidurnya.

Sangat jarang aksi para bajingan jalanan ini tidak melukai korbanya. Mereka tidak memilih pria atau wanita, tua atau muda, semuanya dilibas. Intinya mereka mendapatkan barang yang bisa memberikan nilai untuk dijadikan uang. Usai mendapatkan uang para bajingan jalanan ini membeli kebutuhan mereka berpesta narkoba. Seperti pemberitaan dalam pekan ini, seorang dari mereka yang ditembak hingga tewas, penangkapannya dilakukan saat mereka mencicipi narkoba di sebuah wisma.

Geng motor, geng begal atau penyamun ini bagaikan malaikat maut. Seperti halnya di Bandung, Jawa Barat, dengan mudah merenggut nyawa anggota TNI dari Kesatuan Kopassus. Sedangkan di Makassar seorang korban dari kawanan begal dirawat kritis selama sepekan sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Usai dua kejadian itu dan beberapa kejadian akibat ulah penjahat di jalan ini, kecaman warga meningkat, baik dari pemberitaan di media massa hingga merembes ke pengguna media sosial. Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu memberikan perintah menghabisi semua geng motor. Di Sulawesi Selatan, Gubernur Syahrul Yasin Limpo juga memberikan instruksi menumpas semua begal.

Mengapa mereka berani menjadi penjahat jalanan, membegal atau menyamun pengguna jalan. Tak ada jawaban pasti, intinya, mereka membutuhkan uang. Itu yang ditahu sebagai kesimpulan sementara. Kejahatan yang mereka lakukan bukanlah kenakalan biasa. Ini sudah perilaku kriminalitas.

Saat masih aktif di salah satu media sebagai reporter. Saya memiliki kesempatan untuk bisa bertanya langsung dengan remaja yang diamankan oleh polisi karena kedapatan menyamun, Namun jawaban yang diberikan pun tak masuk akal.

Jika sedang beraksi, mereka ini seolah bagaikan serigala serigala malam yang masih muda yang mencari daging di malam hari. Binatang-binatang yang lain pun seolah tak ditakutinya. Namun,  ketika kecaman publik ditujukan ke mereka, seketika bagai kucing ketakutan.

Masyarakat harus tetap waspada jika belum ada jaminan dari pihak lembaga keamanan. Karena kejahatan bukan hanya terjadi akibat ada niat dari pelaku. Tetapi kejahatan kerap terjadi karena adanya kesempatan. Waspadalah, bapak, ibu, paman, tante, kakak, dan adik!

mm

Badauni A Palinrungi

Dikenal sebagai anak muda yang doyan berbicara KBBI

X

Pin It on Pinterest

X
Share This