Suara Pelajar Pangkep dalam Puisi

Puisi dalam buku ini merupakan karya pelajar Pangkep yang tergabung dalam Komunitas Pelajar Lentera Pangkep (KPLP). Mereka bertemu di tahun 2011 dan sepakat membentuk komunitas.

Dalam perjalanannya kemudian, pelajar-pelajar ini hendak membuktikan sesuatu sebelum seragam putih abu-abu ditanggalkan. Ada 15 pelajar dari 5 sekolah menengah atas (SMA) dalam proyek ini. Dan, 52 judul puisi telah lahir, jika disatukan, maka terkumpul 5.577 kata. Inilah yang hendak mereka buktikan, sebuah buku kumpulan puisi pertama dari pelajar Pangkep.

Sejatinya, buku ini sudah terbit di tahun 2012. Tahun ketika 15 pelajar itu masih mengenakan seragam putih abu-abu. Hanya saja, ada beberapa hal yang memungkinkannya tertunda, banyak sekali, sehingga tak perlu disebutkan satu-satu di sini. Jadi, buku ini baru terbit di tahun 2014.

Setelah buku ini terbit, 6 dari 15 pelajar penyair itu telah menyelesaikan studinya. Mereka adalah: Arfina Purnama Effendi (SMU Negeri 1 Pangkajene), Raniansyah Rahman (SMA Negeri 2 Pangkajene) Syarifa Nisrinah, Uswatun Hasanah (Pesantren IMMIM Putri Minasatene), Deliama HR dan Fajar Latif (Madrasah Aliya Negeri Pangkep).

Tetapi, mereka tetaplah bagian dari generasi pelajar Pangkep yang hendak membuktikan sesuatu itu, sesuatu yang tak biasa di kalangan pelajar: menerbitkan buku. Akhirnya, 54 judul puisi dari 15 pelajar dari 5 sekolah yang telah bersatu mengumpulkan 5.577 kata itu tadi dan menjadi Suara Pelajar, Sehimpun Puisi Pelajar Pangkep

Inilah yang hendak mereka buktikan, sebuah buku kumpulan puisi pertama dari pelajar Pangkep

“Bangga! Saya sangat bangga dengan kehadiran buku kumpulan puisi pelajar Pangkep ini. Buku yang sangat kaya dengan beragam tema serta beragam cara pandang khas remaja untuk melihat pelbagai kondisi di sekitar mereka. Cinta, persahabatan, hingga protes disajikan di buku ini dengan cara yang indah. Dalam bayangan saya, buku ini seharusnya menjadi bacaan bagi orang tua dan pengambil kebijakan agar mereka bisa menyelami apa yang ada di pikiran remaja-remaja kita.” tulis Zulkifli, penulis buku Sungai Pangkajene yang Mengalir dalam Ingatanku.

BUKU SUARA PELAJAR
Cover Buku Suara Pelajar-Sehimpun Puisi Pelajar Pangkep

Cerpenis Irhyl R Makkatutu juga menuliskan endorsement: “Menulis merupakan aktivitas curhat yang kreatif dan hal tersebut ditemukan Ayu Lestari dan kawan-kawan. Mereka datang menceritakan sesuatu yang lain dengan cara yang berbeda. Membaca buku ini, kita akan menemukan keriangan, kegelisahan, dan keluguan yang dibalut kejujuran. Tentu saja sangat layak diberi apresiasi. Penting kiranya hal seperti ini dibumikan di kalangan pelajar-generasi muda untuk pengembangan sastra ke depannya. Semoga kumpulan puisi suara pelajar ini memberikan inspirasi bagi pelajar lain untuk melakukan hal yang sama.”

M. Farid W. Makkulau, penulis sejumlah buku bertema sejarah dan kebudayaan Pangkep, membubuhkan kata pengantar sebagai apresiasi melihat pelajar Pangkep tergerak melampaui keberadaannya dalam melahirkan buku. Sebagai penulis buku, tentu, Kak Farid, demikian ia disapa, merasakan beratnya menulis dan menerbitkan sebuah buku.

Buku ini dicetak secara terbatas dan tidak beredar di toko buku mana pun. Metode distrbusinya mengacu pada sistem percetakan sesuai permintaan (POD). Jadi, jika ingin memesannya, silakan hubungi ke penerbit Leutika Prio. Sila klik tautan ini: http://www.leutikaprio.com/produk/11028/kumpulan_puisi/1308885/suara_pelajar_sehimpunan_puisi_pelajar_pangkep/13075441/ayu_lestaridkk

X

Pin It on Pinterest

X
Share This