Setelah Tiga Pulau dan Impian Perjalanan

Penamaan terhadap suatu wilayah, tentulah tidak lepas dari karakteristik alam di wilayah tersebut. Untuk hal ini, sudah jamak diketahui kalau Pangkep, akronim dari Pangkajene dan Kepulauan ditunjang wilayah alam yang ada. Rujukan Pangkajene, misalnya, yakni sungai yang bercabang (pangka) yang membuat aliran air (je’ne) mengikuti percabangan itu.

Mengingat adanya gugusan daratan yang terpisah dari daratan yang luas, lazim disebut sebagai pulau, itulah karakteristik yang lain kabupaten Pangkep. Sehingga, secara administratif, dikenal dengan Pangkajene dan Kepulauan.

Di era pemerintahan Bupati Andi Baso Amirullah, Pangkep dijuluki kabupaten tiga dimensi. Dimensi yang dimaksud, yakni wilayah pegunungan, daratan, dan kepulauan. Kecamatan Tondong Tallasa dan Balocci masuk dalam kategori pegunungan. Di daratan, terdapat tujuh kecamatan: Minasatene, Pangkajene, Bungoro, Labakkang, Ma’rang, Segeri, dan Mandalle. Sedang kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Liukang Tupabbiring, Liukang Tangaya, serta Liukang Kalmas merupakan kepulauan.

Ketiga dimensi wilayah mengandung ciri dan keindahan alam tersendiri. Pada satu kesempatan, saya tertarik menjelajahi kepulauannya. Dari beberapa pulau yang pernah saya kunjungi, belum ada satu pun pulau yang karakternya sama. Hal ini membuat saya semakin penasaran dengan pulau yang belum sempat saya sambangi. Impian saya saat ini adalah, mengunjungi semua pulau yang ada di Pangkep.

Nah, tertarik melakukan perjalanan ke pulau-pulau Pangkep?

Pulau Salemo, merupakan pulau pertama yang kukunjungi. Dari kampung Limbangeng, Labakkang, perjalanan hanya ditempuh selama 30 menit. Bersama keluarga, kami mengunjungi pulau ini untuk berziarah di makam KH. Awallie. Di pulau inilah, kali pertama saya melihat aneka ikan laut berwarna warni berenang bagai menari di laut. Cantik sekali.

Pulau berikutnya, pulau terluar di Liukang Tupabbiring, pulau Pandangan. Bersama teman kantor, kami merasakan ada kejenuhan mengingat jarak tempuhnya mencapai empat jam. Kesan saya, pulau ini padat penduduk dengan pemukiman yang menutupi hamparan pasir putihnya. Mungkin harus dilakukan penataan pemukiman supaya terlihat rapi.

Tak jauh dari pulau Pandangan, terdapat pulau Kapoposang. Meski volume penduduk bisa dikatakan setara dengan pulau tetangga, penataan pemukiman terlihat lebih teratur. Hamparan pasir putih nan lembut dapat dirasakan di sepanjang jalan.

Belum pernah saya melihat pasir selembut itu. Butirannya halus bagai tepung beras. Pohon kelapa berjejer rapi membentuk terowongan di jalan depan rumah penduduk. Suasananya tenang dan tidak bising. Memukau sekali.

Meski, sejauh ini, baru tiga pulau yang saya kunjungi. Saya rasa, Salemo, Pandangan dan Kapoposang cukup untuk menggambarkan keunikan dari pulau yang ada di Pangkep. Ke depan, semoga ada kesempatan mengunjungi pulau di empat kecamatan. Nah, tertarik melakukan perjalanan ke pulau-pulau Pangkep?

*

Foto: Jalan pasir putih di pulau Kapoposang (Dok.Pribadi)

mm

Satriawaty

Pendamping lapangan PKH (Program Keluarga Harapan) dan aktif di Pangkep Initiative

X

Pin It on Pinterest

X
Share This