Sabtu Sore Mereka Menuntaskan Dendam di 24 Futsal

Waktu menunjukkan pukul 16.26, jalan masih nampak basah selepas hujan. Beberapa orang mulai berdatangan dan langsung duduk di dalam warkop Shiniki Coffe. Di antaranya ada yang memesan kopi atau aneka jus. Berbincang tentang apa saja sambil menunggu teman yang lain.

Begitulah yang berlangsung kemarin, Sabtu, 14 Januari, anggota komunitas futsal Camp Ijo & Friends berjumpa untuk bermain di lapangan 24 Futsal di gang Anggrek jalan Matahari. Sabtu kali ini terasa lebih semangat karena kostum baru sudah selesai.

Komunitas ini terbentuk sekitar lima tahun lalu. Bermula ketika lapangan futsal mulai ada di Pangkep. Namun, bila menelusuri lebih jauh, jejak komunitas sudah ada di tahun 2007, bahkan, bisa lebih jauh lagi ke belakang. Pasalnya, mereka yang tergabung di sini adalah mahasiswa dan alumnus STAI DDI Pangkep. Jadi, tidak keliru bila dikatakan jejaknya tumbuh seiring STAI berdiri di tahun 2002.

Di tahun-tahun itu, perkumpulan ini merupakan tim sepakbola kampus. Mengikuti beragam turnamen dan diplomasi mengenalkan kampus melalui pertandingan persahabatan. Sekali sepekan, mereka akan menjajal kemampuan tim sepakbola di sejumlah desa

Mengacu pada mahasiswa angkatan pertama tahun 2003, maka jejak komunitas ini mulai disemai di tahun itu pula. Halaman kampus STAI yang luas sering menjadi arena bermain bola mini bersama pemuda setempat. Di lain waktu, halaman gedung Kwarcab Pangkep di Minasatene juga dijadikan ruang bermain menendang bola plastik.

Di tahun 2012, lapangan futsal Aqil mulai beroperasi, jadwal pun ditetapkan agar bisa bermain di atas rumput sintetis guna bermain sekali seminggu. Nah, karena sering bermain futsal dan jadwal bermain sepakbola mulai berkurang, penamaan tim Futsal STAI DDI Pangkep mulai digunakan dengan membentuk grup Facebook sebagai pusat informasi.

Seiring waktu, karena aktivitas anggota makin padat, yang hadir untuk bermain semakin sedikit. Dan, secara perlahan, jadwal bermain terlupakan. Begitulah.

*

Di tahun 2016, barulah kembali memulai jadwal bermain. Kali ini memilih lapangan 24 Futsal. Sebelum bermain pada Sabtu sore, jadwal berlangsung pada malam hari. Hanya saja, jumlah anggota yang hadir tidaklah konsisten. Kadang membeludak dan tak jarang gagal bermain karena tidak cukup pemain.

Melalui grup WhatsApp (WA), jadwal bermain dibicarakan, pada akhirnya Sabtu sore disepakati mengingat aktivitas anggota mulai berkurang di hari itu. Tetapi, tetap saja, penetapan jadwal ini tidak serta merta menjamin intensitas bermain berlangsung. Sekali dua kali harus batal karena kurang yang datang.

Solusinya kemudian, setiap orang yang sudah memastikan hadir diharapkan mengajak serta teman walau bukan mahasiswa atau alumnus STAI. Intinya, agar bisa menuntaskan dendam bermain futsal. Itu saja.

Sejak mula, berdasarkan sejarah kerumunan di komunitas ini, keterlibatan orang di luar STAI sudah bukan masalah. Semua orang dengan mudah dapat diterima. Begitupun dulu ketika aktif bermain sepakbola, ada teman di luar kampus yang diajak masuk tim.

Keanggotaan di komunitas ini tidaklah diukur berdasar penerimaan secara formal. Semuanya bebas datang dan pergi tanpa pungutan biaya sepeser pun. Begitupun dengan penamaan paling gres setelah sepakat membuat kostum.

Setiap orang yang sudah memastikan hadir diharapkan mengajak serta teman walau bukan mahasiswa atau alumnus STAI

Di depan baju tertulis: Camp Ijo & Friends, meski ada perdebatan di grup WA, tetapi semuanya hanyalah guyon semata. Nama itu lalu ditasbihkan sebagai sebutan baru komunitas yang tetap memiliki tautan ke kampus STAI DDI Pangkep sebagai muara. Ditambahkan: Friends, agar terbaca popular dan menunjukkan adanya pergumulan dengan teman yang bukan mahasiswa atau alumnus STAI. Maka, sikap pluralitas mana lagi yang didustakan komunitas ini.

Jadi, berminat bermain futsal bersama mereka. Silakan datang Sabtu sore selepas asar di 24 Futsal. Jika ingin memesan jersey, juga bisa dibuatkan. Ingin bergabung di grup WA, boleh saja. Bahkan, jika Anda ingin menjadi sponsor, maka dengan senang hati diterima.

Intinya, sekali lagi, mereka bisa berkumpul menuntaskan dendam bermain futsal. Selesai.

*

Foto: Perwakilan anggota komunitas futsal Camp Ijo & Friends

mm

F Daus AR

Sebenarnya bukan siapa-siapa. Ingin pulang ke kampung bertani dan main bola di sawah. Sudah, itu saja.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This