Saat Biduanita Semakin Liar Melalui Karya

Satu karya seni melalui lagu ini membuat saya terkagum, tersenyum, dan tertawa lepas usai mendengarkannya. Lagu yang memiliki lirik nyeleneh mengantar imajinasi pendengar kemana-mana hingga terbentur satu imajinasi hasrat. Apakah ada yang salah? Jawabannya tidak ada karena itu realitas yang ingin disampaikan.

Bercerita tentang seorang biduanita tidak akan terlepas dari goyangan, pandangan seksi, musik dangdut, dan sebuah hajatan pernikahan bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Bahkan tak jarang karena pekerjaannya mereka kerap berurusan dengan pihak hukum.

“Anggota polisi telah mengamankan pelaku yang diduga telah melakukan pertunjukan elekton musik yang mempertontonkan porno aksi atau sawer atau dikenal dengan candoleng-candoleng,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Kabupaten Maros, Inspektur Polisi Dua Kasmawati sebagaimana dikutip dari Tempo, 23 Agustus, 2015 lalu.

Kali ini melalui lagu Frida Angella dengan judul Becekin Adek Bang (BAB) seakan memberikan kekuatan bagi mereka para pekerja biduanita. Sedikit nyeleneh dengan balutan house musik tentu saja akan cepat disukai banyak kalangan dan sesama biduanita.

Lirik lagu ‘nakal’ seperti ini bukanlah pertama dalam lagu Fryda, sebelumnya banyak lagu dangdut sejenis – namun yang menarik dari Becekin Adek Bang  karena objek utama adalah biduanita itu sendiri.

Mari simak liriknya:

Yang disayang dulu bang, diulet sayang

Yang digoyang dulu bang diputer-puter sayang

Nggak mau pulang, adek maunya goyang

Nggak mau pulang, maunya becekin abang…

Lalu.

Becekin adek dong abang, adek goyang, abang pun goyang

Sawerin adek dong abang, adek senang abang pun senang…

Nah, usai menyimak lagu tersebut, apa yang ada di pikiran Anda. Liar, kan! Tak ada batasan dalam lagu ini. Seperti itulah biduanita, ada pesan yang disampaikan. Apakah kehadiran mereka menjadi sebuah permasalahan di tengah masyarakat, itu tergantung dari sudut mana Anda akan melihat? Selain itu, lagu ini juga semakin menegaskan jika memang keberadaan mereka yang seperti itu, hadir di tengah masyarakat dengan segala aktivitasnya.

Tahun 1977 pernah ada lagu yang menjadikan seorang perempuan sebagai obyek karya Titiek Puspa yang dijuduli Kupu-Kupu Malam yang menceritakan tentang seorang pekerja seks. Lagu ini memberikan nilai tawaran lain kepada masyarakat tentang sosok para pekerja seks. Melalui lirik yang bernas.

Oh apa yang terjadi, terjadilah

Yang dia tahu Tuhan penyayang ummatnya

Oh apa yang terjadi, terjadilah

Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

Di lirik berikutnya, kita dihadapkan pada cara pandang moralitas yang ambigu.

Dosakah yang dia kerjakan

Sucikah mereka yang datang

Kadang dia tersenyum dalam tangis

Kadang dia menangis di dalam senyuman.

Salah seorang biduanita asal Pangkep, Ra (27) menjelaskan bahwa aksi saweran dianggap sebagai tambahan dari upah menyanyi mereka.

Apakah kehadiran mereka menjadi sebuah permasalahan di tengah masyarakat

“Upah saya dibayar sekali nyanyi itu 100 atau 150 ribu. Jadi biasanya hasil saweran itu tambahan saja,” ungkap Ra dalam laporan TempoNyawer, Enam Biduanita Diamankan Polisi.

Seolah lagu Frida menjawab permasalahan komunitas – pekerja biduanita yang ada di tengah masyarakat tentang pelbagai hal hingga pelarangan dan penilaian negatif yang terjadi.

Terlepas dari muatan lagu BAB, ada hal lain dalam lagu ini, yaitu pemaksaan kata ‘becek’. Ketika Anda membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan mengintip kata becek pastilah akan menemukan makna berair dan berlumpur. Jika menghubungkan dengan lirik lagu secara runtut, maka tidak menemukan hal yang langsung tertangkap oleh pikiran ke arah porno.

Misalnya, Anda berkomunikasi dengan seseorang dengan mengucapkan: “Ayo, aku traktir”  maka yang ada di benak lawan komunikasi Anda pasti terlintas soal makanan atau minuman, ataukah nongkrong di kafe, misalnya, dengan biaya yang ditanggung.

Gimana dengan persoalan kata ‘becekin’ yang ada dalam lagu itu, apakah akan semakin menguat menggeser pemaknaan ‘becek’ lebih ke persoalan seks seperti keinginan dalam lagu tersebut. Entahlah!

*

Gambar: Lord Jim

mm

Badauni A Palinrungi

Dikenal sebagai anak muda yang doyan berbicara KBBI

X

Pin It on Pinterest

X
Share This