Pelatihan Kebidanan sebagai Jalan Meningkatkan Kemampuan

Kampus Akademi Kebidanan (AKBID) Aisyah, dilirik oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menjadi tempat pelatihan Midwifery Update IBI yang pertama di Pangkep. Diperuntukkan bagi bidan guna memperpanjang Surat Tanda Register (STR) mereka yang sebentar lagi akan jatuh tempo.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah bidan yang bertugas instansi kesehatan di Pangkep, baik itu di Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, atau Poskesdes. Status bidan yang bertugas mencakup semuanya. Dari yang sudah terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga tenaga sukarela.

Pelatihan yang dilakukan meliputi Asuhan Persalinan Normal (APN), perawatan bayi baru lahir, perawatan ibu nifas, penanganan asfiksia, dan pemasangan Intra Uteri Device (IUD). Selain praktik tersebut ada teori tentang hukum kebidanan, kebijakan, hak kewajiban bidan, etika kebidanan, dan yang lainnya. Intinya yang berkaitan denngan semua kompetensi kebidanan. Hal ini bertujuan untuk meperbarui (update) keilmuan mereka kembali, baik itu pengetahuan lama maupun baru.

Untuk kegiatan ini, pertama kali diadakan sepanjang sejarah IBI di Pangkep, biasanya pelatihan untuk perpanjangan STR dilakukan di IBI tingkat provinsi yang berpusat di Makassar. Ketua IBI Pangkep, Hj. Hasriyati Mustari, SKM mengatakan kampus AKBID Aisyah dipilih untuk menjadi tempat pelatihan ini karena IBI telah menjalin kerjasama dengan akbid Aisyah yang didasari karena telah memiliki laboratorium dan kelengkapan peralatan pelayanan kesehatan ibu dan anak .

Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah bidan yang bertugas instansi kesehatan di Pangkep, baik itu di Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, atau Poskesdes. Status bidan yang bertugas mencakup semuanya. Dari yang sudah terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga tenaga sukarela.

“Hal yang ingin dicapai dalam pelatihan ini ialah, untuk menjaga mutu serta meningkatkan keterampilan dan kompetensi bidan sehingga dapat memberikan pelayanan berkualitas terhadap kesehatan ibu, bayi, balita, dan kesehatan reproduksi termasuk pelayanan keluarga berencana,” harapnya.

Di ruangan yang berbeda, ketua Yayasan Mubarakah yang menaungi AKBID Aisyah, Hj. Suhana A. Abbas, S.ST menyambut baik keputusan IBI untuk menempatkan pelatihan tersebut di kampus yang dikelolanya. “Ruangan tempat pelatihan yang kami miliki tidak terlalu besar dan hanya memiliki beberapa kipas angin. Tetapi, semoga peserta dan pemateri tidak merasa kepanasan,” katanya.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari ini (16-18/9), keterangan dari  Ketua Yayasan, bahwa ruangan dan peralatan yang dipakai tidak disewakan. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kemampuan bidan yang bertugas di Pangkep.

*

Keterangan Foto: Dari kiri, Ketua Yayasan Mubarakah, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dan Ketua IBI Pangkep saat membuka acara kegiatan Midwefery Update IBI Angkatan I Pangkep

mm

Riandra Ria Hamriah

Awal kemunculannya di publik Pangkep sebagai penyiar radio di tahun 2007-2010. Kemudian jurnalis di tahun 2011-2014.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This