Menyalakan Inspirasi Tanpa Henti

“Berhenti mengutuk kegelapan, mari nyalakan lilin” Itulah kutipan inspiratif dari Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Melalui semangat positif ini, ia mampu mengaktivasi pemuda-pemudi tangguh Indonesia untuk turun tangan memperbaiki kualitas anak bangsa melalui pendidikan. Salah satunya, mengirim lulusan sarjana terbaik Indonesia untuk mengabdi ke pelosok negeri. Dari kutipan di atas, ia mengajak anak muda untuk ikut ambil bagian dalam perbaikan di Indonesia secara mandiri, tanpa harus menunggu dan sibuk menghakimi kesalahan.

Kelas Inspirasi hanya satu dari beberapa program pendidikan yang digagas oleh Indonesia Mengajar bersama para profesional. Kelas Inspirasi mewadahi para profesional berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan Indonesia. Setiap relawan dari beragam profesi diwajibkan untuk cuti sehari untuk mengunjungi dan mengajar di sekolah dasar. Kelas Inspirasi sendiri pertama kali dilaksanakan pada 25 April 2012 di 25 lokasi di Jakarta. Selanjutnya, program ini menyebarluas ke seluruh penjuru Indonesia. Termasuk Pangkep, yang telah masuk pada tahun ketiganya.

Kelas Inspirasi Pangkep lahir pada tahun 2013 setelah kunjungan Anies Baswedan pada Seminar Kebangsaan. Walau, pada pelaksanaannya dilakukan secara mandiri di Buttue, salah satu kelas jauh SD Kanaungan, Kecamatan Labakkang, yang berada di tengah-tengah empang. Kegiatan ini diinisiasi beberapa penggiat muda lintas komunitas Pangkep.

Anies Baswedan menghadiri Kelas Inspirasi di Makassar tahun 2012 (Sumber: http://aniesbaswedan.com)
Anies Baswedan menghadiri Kelas Inspirasi di Makassar tahun 2012 (Sumber: http://aniesbaswedan.com)

Selanjutnya pelaksanaan perdana Kelas Inspirasi Pangkep diadakan pada 5 maret 2014 secara serentak di beberapa Kota dan Kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. Menyusul Kelas Inspirasi jilid 2 pada 28 Maret 2015. Tahun ini, teman-teman pegiat Kelas Inspirasi kembali lagi untuk tetap menebar inspirasi.

“Mendidik bukan hanya tugas guru, tetapi tanggung jawab orang-orang yang terdidik”. Mantan rektor Universitas Paramadina ini terus menggempur lewat quote inspiratifnya. Dan, ini yang seolah menjadi candu bagi para penggiat Kelas Inspirasi. Bagi mereka yang pernah terlibat kelas inspirasi, adalah satu hal pokok dalam hidup mereka yang tetap harus ditunaikan. Ini pula yang terus menyala dalam diri pegiat Kelas Inspirasi Pangkep.

Kegiatan ini cukup sederhana. Satu hari saja para profesional turun langsung ke sekolah-sekolah untuk berbagi cerita dan pengalaman kerja. Dari ragam profesi ini pula diharapkan tumbuh beragam cita-cita dan tertanam dalam-dalam di jiwa anak-anak untuk terus mengenyam pendidikan.

kom

Bagi pegiat Kelas Inspirasi ini menjadi wadah mereka untuk menyaksikan langsung realitas pendidikan di sekitar, mereka juga bisa ikut berdedikasi langsung walau berupa langkah kecil baginya. Tetapi bagi anak-anak, inspirasi ini akan terus membekas seumur hidup.

Kelas Inspirasi bukan hanya berdampak pada relawan maupun kepada anak-anak. Ini juga memengaruhi sekolah itu sendiri. Dengan terjalinnya silaturahmi yang baik ini membuka ruang bagi mereka yang ingin membangun kemitraan dalam perbaikan misi perbaikan pendidikan. Tak dimungkiri, banyak kegiatan terinisiasi usai pelaksanaan Kelas Inspirasi. Hal ini yang sangat diharapakan bisa terus terjaga hingga tahun-tahun berikutnya.

Memasuki tahun ketiga, Kelas Inspirasi Pangkep tentunya akan tetap turun menunaikan misi perbaikan pendidikan. Dan cukup membanggakan, tiap tahun penyelenggaraan selalu muncul orang baru, membuktikan semangat pegiat muda semakin tersebar dan membesar.

Hal ini mungkin menjadi alasan besar bagi saya dan pegiat lainnya untuk tidak berhenti sampai di sini atau tahun-tahun berikutnya. Generasi yang telah dibangun harus terus dijaga karena generasi ini akan jadi tonggak masa depan pendidikan Indonesia pada umumunya dan di Pangkep khususnya. “Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah janji kemerdekaan yang harus kita tunaikan bersama, sekarang dan tanpa henti.” Lagi, tempaan Anies Baswedan.

mm

Ahmad Ardian

Desainer lepas. Aktif di beberapa komunitas kreatif di Pangkep: Stand up Indo Pangkep, Kunamedia, dan Projecta

X

Pin It on Pinterest

X
Share This