Meniti Jalan Mendaki di Atas Vesva

Jalan menanjak dan vesva terdengar kontras. Bagaimana mungkin vesva yang ditempeli mesin di bagian belakang mampu menaklukkan jalan mendaki. Namun, bagi STAC Pangkep (STAC). Vesva Independen Pangkep (VIP), Persaudaraan Scooter Kabba (PSK), Pangkep Scooter Club (PSC), dan Barru Vesva Community (BVC). Lima klub vesva ini membuktikannya dengan menjelajah Desa Tompobulu, Balocci lalu tembus ke bukit Pabo, Bonto Birao di Tondong Tallasa.

Mereka berkumpul di Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, markas PSK dan memulai perjalanan sekitar jam dua siang pada Sabtu, 1 April. “Jelajah ini merupakan bentuk silaturahmi antara komunitas vesva Barru dengan Pangkep,” terang Zul dari STAC kepada Saraung.Com melalui WhatsApp.

Ini bukan kali pertama para pecinta vesva di Pangkep melakukan jelajah di jalan mendaki. Tahun 2016 lalu juga pernah ditapaki yang dinamakan Camping Ground. Mereka menginap dengan mendirikan tenda di lapangan sepakbola Tompobulu.

Kali ini, mereka sengaja melintasi jalan menuju Tompobulu lalu meneruskan perjalanan ke Tondong Tallasa, tepatnya bukit Pabo sebagai lokasi kamping. Esoknya, puluhan rombongan vesva ini melanjutkan perjalanan pulang dan finis di Bungoro.

Jalan yang menghubungkan dua kecamatan di daerah pegunungan di Pangkep: Balocci dan Tondong Tallasa merupakan jalan paling menanjak dengan kemiringan hampir 70 derajat ditambah belokan tajam. Jadi, untuk melaluinya, selain harus ditunjang kendaraan yang stabil – dibutuhkan kecakapan berkendara.

Vesva yang digunakan kelima klub ini bukanlah keluaran jenis terbaru. Di antaranya ada produksi tahun 70 an. Sebagiannya lagi bodi vesva sudah bukan wujud asli. Dirakit sendiri dengan setang layaknya motor Harley Davidson dan menggunakan lima ban.

Bertaruh mencapai tujuan sungguh dirasakan. Darwis dari PSC harus menepikan vesvanya karena knalpotnya patah. Risiko demikian bukanlah tanpa perkiraan, ada banyak sekali tantangan ketika melakukan jelajah menggunakan vesva butut. Masalahnya, di Tompobulu tidak ada bengkel sehingga Darwis memilih melajukan vesvanya tanpa knalpot.

Rihat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Juga dimanfaatkan mengecek kondisi mesin vesva.

 

Tantangan berkendara vesva tua harus selalu waspada. Selain mesin yang tiba-tiba mati, masalah lain yang kerap terjadi knalpot terlepas atau malah patah.

 

Menyempatkan singgah berfoto dengan warga.

 

Menantang angin dan dingin di bukit Pabo.
mm

F Daus AR

Sebenarnya bukan siapa-siapa. Ingin pulang ke kampung bertani dan main bola di sawah. Sudah, itu saja.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This