Melawan Perilaku Korupsi dengan Beragam Cara

Korupsi merupakan tindakan menistakan kemanusiaan. Hingga saat ini, perilaku demikian masih sering terjadi. Mirisnya, banyak dari kalangan pemerintah. Hal ini bisa dilihat dari tindakan KPK yang terus meningkatkan kinerja memutus siklus korupsi berskala besar di lingkup pemerintahan.

Namun, korupsi itu juga terjadi di luar pemerintahan. Bisa saja terjadi di lingkup organisasi kecil, di dalam rumah tangga, dan di mana saja. Beragam cara dilakukan agar seseorang dapat melakukan tindakan koruptif demi keutungan pribadi dan kelompok. Karena itu pula, kita harus melawan (mencegah) perilaku demikian dengan beragam cara pula.

Tidak mesti mengikuti langkah KPK yang dibekali infrastruktur mumpuni. Kita, sebagai masyarakat sipil dapat melakukan seruan moral seperti yang dilakukan pada Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia tahun ini, Akademi Kebidanan Aisyah Pangkep (Akbid) digandeng oleh Kejaksaan Negeri Pangkep (Kejari Pangkep) dalam melakukan sosialisasi berupa pembagian stiker bertuliskan gagasan anti korupsi, sekuntum bunga mawar kuning, dan baju kaos di Kantor Pemda Pangkep, Kantor DPRD, Kantor Polres, Kodim 1421 Pangkep, Pengadilan Negeri Pangkep, dan di tepi jalan bagi masyarakat umum.

Kepala Kejari Pangkep, Firmansyah Subhan mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama mengawal dan mengamankan uang rakyat. Kegiatan ini pertama kalinya mengajak mahasiswa terlibat. Dan, yang dipilih adalah Akbid Aisyah. Indri Juliana, salah satu mahasiswi mengaku senang dan berterima kasih kepada Kejari Pangkep atas kepercayaan memilih kampusnya terlibat dalam peringatan Hari Anti Korupsi kali ini.

5
Generasi muda berperan penting sebagai pemotong siklus perilaku korupsi. Mereka hidup di era ketika persebaran informasi begitu banyak sebagai referensi dalam menguatkan integritas. Hal inilah yang menjadi perhatian Kejari Pangkep dengan mengajak mahasiswa yang, tahun ini adalah mahasiswa Akbid Aisyah. Tahun depan, diharapkan Kejari lebih banyak melibatkan kampus yang lain di Pangkep, juga kelompok pemuda.

 

2
Gagasan anti korupsi perlu disebar ke kelompok masyarakat lebih luas. Pendidikan anti korupsi tidak melulu di ruangan. Tetapi juga bisa di tepi jalan. Medianya tidak harus pidato atau buku. Selembar stiker, sehelai kaos, bahkan sekuntum mawar pun menjadi media efektif dalam menyebarkan seruan kalau perilaku korupsi itu bejat.

 

Foto: Dudi Wijaya

mm

Riandra Ria Hamriah

Awal kemunculannya di publik Pangkep sebagai penyiar radio di tahun 2007-2010. Kemudian jurnalis di tahun 2011-2014.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This