Lu Xun

Perang Russo Jepang berkobar, China menjadi pusat perebutan kekuasaan antara dua negara imperialis. Lu Xun saat itu melihat beberapa foto tawanan China yang bekerja sebagai mata-mata Rusia yang dihukum mati oleh tentara Jepang, sementara sekumpulan orang China yang melihat tidak peduli sama sekali.

Melihat hal itu Lu Xun sangat terguncang. Perbedaan antara kekuatan fisik dan ketidakacuhan spiritual rakyat China membuatnya sedih. Ia lalu berfikir bahwa ilmu medis tidaklah sepenting apa yang ia kira sebelumnya. Ia berasa bahwa, meskipun menyelamatkan tubuh itu penting, tetapi mengubah sikap yang dingin dan tidak peduli dari orang China lebih penting lagi.

Akhirnya Lu Xun memutuskan untuk berhenti belajar pengobatan dan menelusuri bidang literatur karena ia percaya bahwa literatur dapat mengubah pikiran, jiwa, dan karakter rakyat China. Saat dia memilih literatur dan seni adalah, saat yang paling penting dalam hidupnya, karena dengan itu dia memutuskan untuk menggunakan pena sebagai alat untuk menyelamatkan negara dan rakyatnya.

Lu Xun (1881-1936) merupakan nama pena Zhou Shuren, yang dipakainya setelah bergabung dengan gerakan 4 Mei. Nama kehormatanya adalah Zhangshou dan nama samarannya adalah Yucai. Ia berasal dari Shaoxing di Zhejiang. Lu Xun adalah seorang penulis, ideologis, dan revolusioner China ternama. Karena tulisan-tulisannya memberikan pengaruh besar, ia dipanggil dengan nama penanya: Lu Xun.

Maret 1906, Lu Xun meninggalkan Sekolah Medis Sendai dan kembali ke Tokyo, di mana ia memulai hidupnya sebagai seorang penulis. Lalu di bulan Oktober 1927, Lu Xun tinggal di Shanghai dan memfokuskan dirinya pada sastra dan seni revolusioner. Ia mendirikan majalah Torrent bersama Yu Dafu tahun 1928. Di tahun 1930, ia menjadi salah satu pendiri dan pemimpin dari Liga Penulis Sayap Kiri China seperti Outpost, Toorent, Meng Ya Monthly, dan lain sebagainya.

Dalam kiprahnya di bidang literatur, ia bersama dengan pikirannya yang maju, menyatukan dan memimpin banyak pekerja sastra dan seni revolusioner untuk menentang imprealisme, feodalisme, pemerintahan Kuomintang, dan penulis pemerintah. Ia peduli terhadap generasi muda, menanamkan dan mendedikasikan banyak tenaganya untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menulis. Lu Xun meninggal di Shanghai pada 19 oktober 1936, di usia 55 tahun.

Karena tulisan-tulisannya memberikan pengaruh besar, ia dipanggil dengan nama penanya: Lu Xun

Menjawab panggilannya di masa itu. Lu Xun meninggalkan dunia medis untuk menulis dan menjadi ahli literatur hebat di masa China modern. Karya-karya Lu Xun, seperti Panggilan Perang dan Pengembaraan, telah dianggap sebagai ensiklopedia rakyat China. Lu Xun berasa bahwa cara pandang rakyat China dan sistem sosial harus diubah. Ia akhinya menjadi seorang ideologis dan revolusioner ternama, juga pejuang literatur abadi.

Lu Xun yang Humoris

Beberapa orang dewasa muda di Guangzhou mendirikan Jurnal China Selatan dan meminta Lu Xun untuk menulis artikel di penerbitan perdananya.

Lu Xun berkata: “Kupikir akan lebih baik jika kau menulis artikelmu sendiri. Kalau tidak, aku akan diolok-olok karena menggunakan kaum muda untuk membunyikan terompet dan menyambutku di Guangzhou.”

Para murid tersebut menjawab: “Kami murid-murid miskin. Jika cetakan pertama kami tidak terjual dengan baik, mungkin kami tidak bisa membuat edisi keduanya.”

Dengan bergurau Lu Xun menjawab: “Mudah untuk meningkatkan volume penjualan jurnalmu. Kau hanya perlu mengeritikku. Tulisan yang mengecamku selalu laku keras.”

Murid-murid itu terbengong-bengong, namun kemudian menyadari bahwa Lu Xun memang orang yang ramah dan humoris.

*

Gambar: http://theatresmithgilmour.com/

mm

Badauni A Palinrungi

Dikenal sebagai anak muda yang doyan berbicara KBBI

X

Pin It on Pinterest

X
Share This