Kompetisi Futsal Internal Camp Ijo & Friends 2017

Pengantar

Setelah disepakati kompetisi internal sepekan sekali, tepatnya dilaksanakan setiap Sabtu di 24 Futsal gang Anggrek jalan Matahari. Terhitung sejak pekan terakhir di Januari hingga pekan terakhir Maret (Triwulan Pertama) sudah 8 kali digelar.

Berdasarkan kalender berjalan, harusnya sudah 9 pekan. Namun, Kompetisi Futsal Bupati Cup sebagai rangkaian perayaan hari jadi Pangkep digelar pada 25 Februari di lokasi yang sama sehingga kompetisi internal dipindahkan ke Aqil Futsal. Sayang, pemain yang datang tak cukup menggelar kompetisi.

Berikut laporan data pertandingan triwulan pertama yang mengalami pengembangan pencatatan data dari pekan ke pekan.

#1

Pekan pertama pada Sabtu, 29 Januari, pemain terbagi ke dalam 5 tim. Dimenangkan oleh tim 3 yang diisi: Sarto, Afdal, Didin, Gondrong (lupa namanya), dan Daus. Format ini masih merupakan permulaan sehingga banyak kekurangan yang perlu dibenahi.

Pencatatan pencetak gol terbanyak tidak dilakukan mengingat yang bertindak selaku wasit dan juru tulis adalah pemain sendiri yang menanti timnya berlaga.

#2

Pekan kedua, berlangsung pada Sabtu, 4 Februari. Terdapat lima tim yang menggunakan nama pulau: Kulambing, Gondong Bali, Karanrang, Saugi, dan Salemo. Tim Kulambing berhasil keluar sebagai pemenang dan Alam dari tim yang sama tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan 7 gol. Sedangkan tim Fair Play diraih tim Gondong Bali dengan nilai poin 7.

Pada kompetisi pekan kedua ini, sejumlah persiapan sudah matang, namun masih terdapat beberapa hal yang kadang memicu ketegangan. Utamanya mengenai pemain yang memilih pulang padahal masih ada sisa pertandingan. Jadwal pertandingan molor sehingga berlangsung hingga magrib. Sejumlah pemain tentu menunaikan dulu salat sedangkan jadwal terus berlangsung. Di situlah ada tim yang kekurangan pemain akibat ditinggal salat.

#3

Sabtu, 11 Februari, jumlah tim tetap lima. Kali ini menggunakan nama pemain PSM yang dianggap berpengaruh untuk musim ini. Usaha manajemen PSM memulangkan talenta lokal, Hamka Hamzah dan Zulkyfli Syukur patut diapresiasi.

Jadi, dua nama itu dijadikan nama tim selain Syamsul Chaeruddin, Tibo, dan Rasyid Bakrie. Pertandingan berjalan keras karena tensi pertandingan memaksa sejumlah pemain melakukan pelanggaran. Tim Rasyid yang menang tiga kali berturut-turut digadang sebagai tim juara pekan ketiga. Tetapi, dipertandingan terakhir melawan tim Tibo dikalahkan dengan skor 3-2.

Pertandingan akhir menentukan pemenang ini dianggap kontroversi, pasalnya wasit meniup semprit ketika pemain Tim Rasyid menceploskan gol penyeimbang. Namun, keputusan wasit menghentikan pertandingan sebelum gol itu merobek jala tim Tibo melahirkan pro kontra. Tim Rasyid tidak terima karena wasit teledor meniup semprit ketika pertandingan masih berlangsung.

Akhirnya, setelah dilakukan perhitungan poin, Tim Tibo yang berhak menjadi juara dengan tiga kali kemenangan dan satu seri. Pekan ketiga ini menjadi pelajaran berharga kalau pertandingan internal saja yang dimaksudkan sebagai ajang pembinaan mental sebelum terlibat dalam kompetisi eksternal, juga tak kala sengitnya. Penghargaan mendapat predikat tim juara memanglah tidak mudah.

#4

Sabtu, 18 Februari, Suasana di lokasi 24 futsal ramai karena ada kompetisi Bupati Cup. Namun, kompetisi internal Camp Ijo pekan keempat tetap digelar dan memakai nama klub sepakbola negara Eropa seperti PSG, Barcelona, Bayern Munchen, Juventus, dan Chelsea. Mulanya hanya terbentuk empat tim karena sebagian pemain telat datang. Dalam prosesnya tim kelima terbentuk setelah berlangsung dua kali pertandingan.

Tim Chelsea keluar sebagai pemenang setelah di laga akhir bermain imbang 3-3 dengan tim Barcelona sehingga selisih satu poin. Tim Barcelona meraih 7 poin dan Chelsea 8. Ustaz Hakim yang memakai kostum nomor 212 dari tim Chelsea kembali meraih pencetak gol terbanyak dengan 7 gol. Sama dengan pekan ketiga.

#5

Di pekan keenam pada Sabtu, 4 Maret, kompetisi kembali ke 24 Futsal. Kali ini nama tim menggunakan sekolah tinggi di Pangkep seperti STAI DDI, STKIP, Mayapada, Aisyah, dan Politani.

Pertandingan baru dimulai menjelang setengah lima dan berakhir sebelum magrib. Tim Politani keluar sebagai pemenang dengan tiga kali kemenangan dan sekali kalah – juga menempatkan dua pemainnya, Adi dan Uchenk sebagai pencetak gol terbanyak dengan jumlah yang sama. Menceploskan empat gol.

Pada pekan keenam, data yang dicatat semakin detail. Mulai dari pencetak gol di setiap tim, jumlah gol tim, dan total keseluruhan. Pada pekan sebelumnya tidak terpikirkan meski ada datanya. Barulah di pekan keenam ini statistik gol akan ditampilkan.

#6

Berdasarkan info di grup WA, pekan ketujuh pada Sabtu, 11 Maret bakal datang dua tim dari Baru-Baru Tanga. Jadi, terdapat enam tim yang berlaga. Hanya saja, pertandingan kembali molor dan baru dimulai jam empat lewat dan pertandingan berlangsung hingga isya.

Kali ini menggunakan nama merk produk olahraga seperti Adidas, Nike, Puma, Reebok. Dari Ponpes Pesantren Baru-Baru Tanga dibagi menjadi tim siswa dan pembina. Dan, tim Puma keluar sebagai pemenang dengan 12 poin dari empat kali kemenangan dan sekali kalah. Tim Siswa Baru-Baru Tangan juara kedua dengan poin 10.

#7

Pada pekan ini, Sabtu, 18 Maret menggunakan merk rokok sebagai nama tim. Sampoerna, Clas Mild, Dji Sam Soe, dan Marlboro. Hanya tim dari Ponpes Baru-Baru Tanga yang tidak mengubah nama tim. Pertama kalinya tim juara menyapu bersih kemenangan dengan 12 poin. Marlboro memecundangi semua tim di empat laga. Ucenk, salah satu pemainnya melengkapi selaku pencetak gol terbanyak, yakni 5 gol.

Pertandingan dapat diselesaikan tepat waktu ketika azan magrib sudah berkumandang. Namun, di pertandingan terakhir, tim Ponpes berhadapan tim Dji Sam Soe sedikit keras. Sempat terjadi tekel yang dilakukan pemain Dji Sam Soe yang dapat membahayan pemain Ponpes.

Di sisa empat laga, banyak pemain baru datang yang disisipkan ke tim, nama mereka tak sempat dicatat lagi mengingat mereka bukanlah pemain permanen yang rutin datang saban Sabtu.

#8

Tak terasa sudah pekan kedelapan kompetisi internal. Sabtu, 25 Maret kembali berjumpa menjalani dan masih konsisten dengan lima tim. Nama tim menggunakan nama buah dalam bahasa lokal. Lemo, Pasui, Coppeng, Padada, dan Lobe-Lobe. Seperti pekan sebelumnya melahirkan juara tanpa terkalahkan. Kali ini tim juara yang direbut oleh Padada hanya karena unggul biji gol dari tim Lemo dengan poin yang sama: 10 poin dari tiga kemenangan dan seri dengan skor 2-2 melawan tim Padada.

Epilog

Jika tidak ada halangan, pekan pertama di triwulan kedua akan tetap dilangsungkan pada Sabtu, 1 April mendatang. Selanjutnya akan direkap di pekan terakhir Juni. Total ada empat triwulan di sepanjang tahun. Ini tantangan sekaligus hiburan yang coba dibangun komunitas Camp Ijo.

Dari kiri atas: para tim juara setiap pekan

*

mm

F Daus AR

Sebenarnya bukan siapa-siapa. Ingin pulang ke kampung bertani dan main bola di sawah. Sudah, itu saja.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This