Kala Media Egois Memasyarakatkan Kata-Kata

Seorang kawan bertanya kepada saya, tentang penulisan dan pengucapan yang tepat mengenai elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) ataukah Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL). Awalnya, saya spontan menjawab jika yang tepat adalah e-KTP dan pembahasan soal itu selesai. Seolah kawanku menerima begitu saja apa yang saya ucapkan.

Beberapa hari kemudian obrolan bersama kawanku itu terlintas kembali. Setelah sehelai kertas sebagai pengganti kartu pengenalku yang hilang, tertulis dengan jelas Surat Keterangan Pengganti KTP-EL. Akhirnya saya kembali mengirim pesan teks ke kawan itu: “Maaf, soal e-KTP tempo hari saya sedikiti keliru, ternyata versi pemerintah penulisannya adalah KTP-EL”.

_

Ya, tidak salah jika ada yang menyebut wartawan adalah manusia istimewah, insan pers. Karena memiliki pengaruh begitu besar terhadap perkembangan dan pemakaian bahasa – khususnya bagi masyarakat. Saya tak bisa memunafikkan diri jika jawaban yang kusampaikan kepada kawanku akibat terpengaruh pemberitaan media selama ini yang kerap menuliskan e KTP.

Ternyata Kementrian Dalam Negeri telah mengubah singkatan dari elektronik KTP menjadi KTP-EL. Menurut Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Restuardy Daud jika singkatan KTP-EL atau KTP Elektronik mengacu pada Ejaan yang Disesuaikan (EYD) dalam pembendaharaan bahasa Indonesia.

Hal itu terjadi karena kesepakatan yang dibuat antara tim ahli bahasa dengan Kemendagri tentang singkatan itu dengan pertimbangan di antaranya adalah, bahwa istilah asing tidak dapat disandingkan dengan bahasa Indonesia apalagi menjadi sebuah singkatan. Selain itu alasan pengubahan tersebut dilakukan sebagai pembelajaran bagi masyarakat tentang bahasa Indonesia.

Mungkinkah ini bagian dari keegoisan para media, ataukah ketidaktahuan para wartawan beserta editor di meja redaksi

Bila mengamati penggalan berita di atas, berarti dahulu memang penyebutan dan penulisannya adalah e-KTP namun diubah setelah adanya kesepakatan tentang singkatan tersebut.

Tetapi hingga saat ini. Detik ini. Para wartawan dan media masih memakai singkatan e-KTP. Mari simak kutipan sejumlah rilis berita sejumlah media berikut: “Sidang E-KTP, Nazaruddin Sebut Ganjar Prabowo Ikut Terima Uang “ (TEMPO). “Nazaruddin Sebut Seluruh Anggota Komisi II Terima Uang Korupsi E-KTP” (Kompas). “Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi E-KTP” (Pikiran Rakyat). “Nazaruddin: Uang e-KTP Dipakai Nyalon Ketum Ansor, Kalah Deh” (Tribun Timur). “Pegawai Kemendagri Akui Ada Duit ‘Terima Kasih’ Proyek e-KTP” (Tirto. Id). “Bakal Ada Tersangka Baru Kasus e-KTP” (Fajar.co.id). Bahkan ada media menuliskan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dengan akronim (e-KTP).

Mungkinkah ini bagian dari keegoisan para media, ataukah ketidaktahuan para wartawan beserta editor di meja redaksi. Atau, bisa jadi media memakai alasan pengucapan dan penulisan e-KTP sudah menjadi hal biasa di masyarakat ataukah mengikuti sesuai perkembangan masyarakat. Ya, itu memang tidak bisa menjadi bahan kesalahan, para orang tua dan pemuda di desa saya pun kerap mengucapkan e-KTP pada obrolan di warung kopi.

Bagaimana dengan media karbitan yang terbit sekali sebulan dengan hasil menjiplak berita dari media yang besar di atas, dan menyebarkannya hingga mampu menyentuh sampai ke pelosok desa.

Dilemanya adalah seperti mengambil landasan: gampang diucapkan. Baku tidak baku. Salah dan benar. Itulah akronim yang kerap membuat masyarakat pusing.

Saya kembali bertanya kepada seorang wartawan lokal di kampungku: “Mengapa masih menggunakan penulisan e-KTP.” Jawabannya masih tetap sama: “Karena media nasional menuliskan hal yang serupa”.

Mungkin memang perlu ada kesepakatan pembakuan antar media mengenai pendapat di antara warga hingga lahir memasyarakatkan kata-kata yang baku, tetapi juga tidak susah untuk dimengerti masyarakat. Bukankah dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan sangat jelas disebutkan jika bahasa Indonesia wajib digunakan dalam informasi melalui media massa.

Mungkinkah saya salah dan berdosa?

_

mm

Badauni A Palinrungi

Dikenal sebagai anak muda yang doyan berbicara KBBI

X

Pin It on Pinterest

X
Share This