Geliat Kehidupan di Muara Sungai Pangkajene

Anjorengpaki Sigappa ri Pangkana Je’neka” (Nanti kita bertemu di percabangan sungai) bukan hanya sebuah kalimat janji untuk bertemu di antara para pedagang, tetapi menunjukkan keakraban banyak orang dari pelbagai tempat yang meyakini bahwa, sungai Pangkajene memiliki keberuntungan, bukan hanya bagi orang-orang yang mengadu peruntungan tetapi  juga mereka yang dipersaudarakan dan menemukan saudara di sungai ini. Karena itu, sungai Pangkajene bukan hanya akses ekonomi perdagangan tetapi akses silaturahim dan jalinan kekerabatan yang lebih luas.

Paragraf di atas saya kutip dari catatan M. Farid W. Makkulau atas ulasan singkatnya terhadap buku Sungai Pangkajene (yang) Mengalir dalam Ingatanku, karya Zoelkifli. Beberapa hari lalu, saya dan kawan-kawan berkesempatan ke mengunjungi sejumlah pulau, tentulah sungai Pangkajene merupakan pelintasan yang harus dilewati. Dan, di muara sebelum jolloro, moda transportasi air yang banyak digunakan di sini mengarungi lautan. Sore saat itu, saya menyaksikan beragam aktivitas sosial.

Karena tidak sempat melakukan perbincangan, semoga hasil jepretan berikut ini dapat menjelaskan geliat sosial di muara sungai Pangkajene.

agus-1
Dua perempuan baya mencari siput

 

agus-3
Di atas keramba

 

agus-4
Mengais rezeki kala surut

 

agus-8
Sendiri

 

agus-7
Bermain dan mencari sesuatu

 

agus-9
Dari arah muara sungai Pangkajene, tampak tiga dimensi itu. Laut, daratan, dan gunung
mm

Andi Agussalim

Fotografer

X

Pin It on Pinterest

X
Share This