Alumni SMP Kassi 2000 dan Upaya Berkumpul di Reuni Akbar 2017

 

“…Masa lalu biarlah masa lalu

Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku…”

_

Sepotong lirik lagu di atas dilantungkan penyanyi dangdut Inul Daratista. Situasi masa lalu tentulah memiliki sejarahnya sendiri. Terkadang ingin dikubur dalam-dalam dan tak jarang ada keinginan untuk mengenangnya kembali.

Jumat, (16/6) bertempat di rumah makan Raja Muda Pangkep, perwakilan dari alumni 2000 SMP Kassi berkumpul untuk berbuka bersama setelah puluhan tahun tidak berjumpa. Momen Ramadan rupanya menjadi ruang reuni kecil.

Sejak sebulan lalu, mereka saling bertukar kabar di grup WhatsApp Alumni SMP Kassi 2000. Grup ini merupakan respons dari kegiatan Reuni Akbar SMP Kassi 2017 yang dirancang alumni 1980 yang merupakan angkatan pertama sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kassi Kecamatan Balocci itu.

Jadi, setelah adanya isu reuni, setiap angkatan berinisiatif mengumpulkan teman seangkatannya masing-masing untuk saling mengingatkan dan menyiapkan kebutuhan mengikuti reuni yang baru pertama kali digelar.

Jika tidak ada perubahan jadwal, reuni akbar akan digelar pada 9 dan 10 September mendatang. Dengan persiapan yang lumayan panjang, diharapkan semua angkatan dapat terlibat. Di sejumlah ruas jalan telah terpasang spanduk dari beberpa angkatan yang menyatakan siap menyukseskan reuni akbar.

Dari angkatan 2000 sendiri, sejauh ini sudah ada dua spanduk terpasang. Satu di Desa Kabba di depan rumahnya Khalijah dan satunya lagi di Desa Panaikang depan rumahnya Muh Idris dan rencananya akan dipasang juga di pertigaan Soreang. Di spanduk itu dipajang nomor kontak koordinator supaya bagi angkatan 2000 yang melihatnya dapat menghubungi nomor tersebut. Selain itu telah disepakati pembuatan baju seragam reuni.

 

Spanduk Reuni Angkatan 2000 di Desa Kabba (Kanan) dan di Desa Panaikang (Kiri)

 

Sejauh ini, alumni yang tergabung di grup WhatsApp barulah 30% dari keseluruhan angkatan. Mengingat ada 5 kelas dan semua kelas berisi 30 hingga 35 orang. Metode penjaringan teman seangkatan diupayakan oleh masing-masing. Selain mencarinya di Facebook, upaya lain yang ditempuh ialah, dengan mendatangi rumahnya atau meminta bantuan dari adik kelas.

_

Upaya bertatap muka sudah dua kali dilakukan meski tidak semua sempat hadir. Pertama dilakukan pada Sabtu, 20 Mei lalu di rumahnya Anto di Kassi, tak jauh dari lokasi sekolah. Kedua, pada buka puasa di Raja Muda atas undangan Hj Hasmawati. Meski dulu tidak sempat menyempatkan menyelesaikan studinya karena pindah sekolah, Hj Mia, sapaan akrabnya tetap menyimpan memori tentang SMP Kassi.

Hadir pada kesempatan itu, Khalijah, Nikmatia (3-IV), Tyas, Syamsiah, Andi Ratna (3-III), Suwarni (3-II), Hadri, Muh Idris (3-I). “Meski hanya sebentar, ada kebahagiaan tersendiri setelah belasan tahun baru berjumpa kembali. Selai bertukar kabar soal aktivitas, kami juga mengenang masa waktu sekolah dulu,” ungkap Hj Mia.

Sedangkan Manni, sapaan Suwarni, tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Seturut degan itu, Ija, panggilan Khalijah, menyatakan kalau pertemuan yang dirangkai dengan berbuka bersama perlu untuk diulang kembali.

Muh Idris yang kini menjabat selaku Sekretaris Desa Panaikang sejauh ini masih berusaha melakukan pencarian teman seangkatan agar bisa dikumpulkan dan sama-sama terlibat dalam reuni nantinya.

Rencana pertemuan ke depan akan dilakukan setelah lebaran di taman purbakala Sumpang Bita atau di lokasi permandian Leang Longrong. Idris menghimbau supaya pertemuan kali ini jumlah anggota yang hadir lebih banyak. Sehingga dapat membicarakan segala persiapan menuju reuni.

_

mm

F Daus AR

Sebenarnya bukan siapa-siapa. Ingin pulang ke kampung bertani dan main bola di sawah. Sudah, itu saja.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This